Detik-Detik Menyakitkan! Italia Tersingkir di Ujung Tanduk

Detik-Detik Menyakitkan! Italia Tersingkir di Ujung Tanduk

infopali.co.id Drama di Stade de Genève! Pertandingan semifinal Euro Wanita 2025 antara Italia dan Inggris berakhir dengan air mata haru bagi Azzurre. Kemenangan dramatis Inggris dengan skor 2-1 di babak perpanjangan waktu, membuat mimpi Italia untuk mencapai final sirna di menit-menit akhir, layaknya sebuah film laga yang berakhir tragis.

Italia tampil luar biasa. Barbara Bonansea mencetak gol cepat di menit ke-33, sebuah tendangan voli yang menjadi bukti kehebatan tim ini. Selebrasi liar para pemain menggambarkan semangat juang yang membara, seolah api semangat mereka tak akan padam. Bahkan sebelum laga dimulai, lagu kebangsaan Italia dinyanyikan dengan penuh emosional, menunjukkan betapa besar tekad mereka. Di lini pertahanan, Elena Linari dan Cecilia Salvai tampil tangguh, sementara Lucia Di Guglielmo beberapa kali melakukan penyelamatan krusial. Mereka bermain seperti singa yang siap menerkam.

Detik-Detik Menyakitkan! Italia Tersingkir di Ujung Tanduk
Gambar Istimewa : gilabola.com

Namun, takdir berkata lain. Inggris menyamakan kedudukan lewat gol Michelle Agyemang di menit ke-96. Saat laga nyaris menuju adu penalti, Chloe Kelly muncul sebagai pahlawan Inggris dengan gol di menit ke-119. Sebuah gol yang tercipta dari bola muntah setelah tendangan penaltinya ditepis kiper Italia, Laura Giuliani. Gol ini seperti menusuk jantung Italia.

Cristiana Girelli, kapten Italia, tak kuasa menahan air mata. "Rasanya ada sesuatu yang berakhir, sesuatu yang tak ingin kami akhiri," ujarnya pilu. Ia dan Lucia Di Guglielmo terlihat saling menguatkan di lapangan, seolah tak percaya perjalanan mereka harus berakhir di sini. Ironisnya, Di Guglielmo bahkan bertukar jersey dengan Kelly setelah pertandingan, sebuah pertukaran yang penuh emosi dan ironi.

Pelatih Italia, Andrea Soncin, mengakui timnya pantas mendapatkan hasil yang lebih baik. "Kami hanya satu menit dari final. Para pemain pantas mendapatkan akhir yang lebih baik, tetapi terkadang Anda tidak mendapatkan apa yang pantas," katanya. Soncin juga mengakui bahwa sepak bola wanita Italia masih perlu mengejar ketertinggalan dari negara-negara seperti Inggris. Namun, ia melihat penampilan di Euro 2025 ini sebagai langkah maju yang signifikan.

Masa depan sepak bola wanita Italia masih cerah. Dengan Piala Dunia Wanita di Brasil dua tahun lagi, Italia—jika lolos—akan datang dengan kepercayaan diri dan rasa hormat yang baru. Girelli pun masih belum memastikan masa depannya di tim nasional. "Kami telah meraih sesuatu yang hebat, sesuatu yang luar biasa. Tapi kita lihat saja nanti," ujarnya. Kisah ini adalah bukti bahwa sepak bola, terutama sepak bola wanita, penuh dengan drama dan kejutan hingga detik terakhir.

Ikuti Kami di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *