infopali.co.id Hasil drawing Liga Champions 2025-2026 telah dirilis, dan bagi Marseille, undian ini bak mimpi buruk. Bertemu Real Madrid di fase grup, Direktur Olahraga Marseille, Medhi Benatia, langsung mengungkap kekesalannya. Ia seperti melihat hantu masa lalu yang kembali menghantuinya.
"Tak ada kenangan indah saat melawan Real Madrid," ujar Benatia, mantan bek tangguh AS Roma dan Juventus, mengungkapkan pengalaman pahitnya menghadapi raksasa Spanyol itu. Ia menggambarkan pertandingan melawan Real Madrid, Liverpool, Newcastle, dan Brugge sebagai tantangan berat yang bakal dihadapi Marseille.

"Kami ingin bertahan di Liga Champions, itu tujuan utama," tegas Benatia. "Kami sadar, melawan tim-tim sekelas itu, kemenangan bukanlah jaminan. Tapi kami punya tim yang bagus dan akan berjuang habis-habisan. Ini sebuah kehormatan, meski jalannya akan sangat sulit," tambahnya, suaranya terdengar seperti sebuah doa yang dipanjatkan sebelum pertempuran besar.
Ironisnya, kekecewaan Benatia semakin terasa karena kegagalan Marseille mendapatkan Dani Ceballos dari Real Madrid. Kesepakatan transfer yang hampir rampung itu tiba-tiba kandas di ujung tanduk. Seolah takdir mengusik Marseille dengan dua pukulan beruntun: undian neraka dan gagal merekrut pemain incaran.
Benatia dan Marseille kini harus menyiapkan strategi cerdik untuk menghadapi Real Madrid dan tim-tim kuat lainnya. Pertandingan ini bakal menjadi ujian nyata bagi kemampuan Marseille untuk bertahan di kompetisi elit Eropa ini. Akankah Marseille bisa menciptakan keajaiban dan menghilangkan bayang-bayang buruk Real Madrid? Kita tunggu saja pertunjukannya.